“Hal yang menakjubkan adalah bahwa jaringan saraf mempelajari sendiri fitur apa yang harus dicari. Ini sebanding dengan cara anak kecil mengenali benda-benda. Anda tidak perlu memberi tahu mereka seperti apa bentuk seekor anjing itu. Anda hanya menujukkan foto anjing saja kepada mereka,” kata Phil Marshall seorang peneliti proyek tersebut.
Peneliti lain Yashar Hezaveh menambahkan bahwa dalam kasus ini,”Sepertinya mereka tidak hanya memotret anjing dari tumpukan foto, tapi juga mengembalikan informasi tentang berat, tinggi badan dan usia anjing.”
Dengan teleskop baru ini, yang pasti para astronom akan lebih banyak contoh lensa. Metode yang lebih cepat seperti ini akan dibutuhkan untuk menyaring semua data. Dan yang terpenting, analisis jaringan syaraf tiruan bisa dilakukan hanya pada perangkat laptop atau ponsel. Demikian dilansir dari Engadget, Kamis (31/8/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)