Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HARI MERDEKA: Ciptakan Teori 'Crack', Pesawat Kukuh BJ Habibie Jadi Manusia Multidimensional

Tachta Citra Elfira , Jurnalis-Kamis, 17 Agustus 2017 |16:05 WIB
HARI MERDEKA: Ciptakan Teori 'Crack', Pesawat Kukuh BJ Habibie Jadi Manusia Multidimensional
Foto : ANTARA
A
A
A

Namun, kita telisik sedikit mengenai terjadinya teori-teori yang Habibie ciptakan untuk membuat pesawat menjadi transportasi pilihan yang aman bagi masyarakat.

Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi kelelahan pada bodi pesawat yang masih sangat sulit terdeteksi dengan keterbatasan perkakas.

Saat itu, belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer untuk mengatasi persoalan rawan tersebut. Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat atau antara sayap dan dudukan mesin.

Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itulah awal dari keretakan atau crack. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya jelas harga mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal lepas landas.

Habibie yang menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Namun sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya.

Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement