Dokumen yang tersebar secara internal itu kemudian diunggah dalam situs Motherboard. Alhasil, masalah gender yang ada di tubuh perusahaan menjadi tersebar.
Saat ini Google diketahui telah melakukan investigasi untuk menguji kebenaran informasi tersebut. Penyelidikan dilakukan oleh Departemen Tenaga Kerja mengenai gaji karyawan yang sebelumnya telah mengendus permasalahan tersebut.
Baca juga: Makin Canggih, Google Dapat Tampilkan Informasi Lebih Banyak di Pencarian Gambar
Selain Google, perusahaan yang sempat diterpa masalah gender ialah Uber. Layanan transportasi online itu memiliki masalah seksisme yang diucapkan oleh salah seorang direksi di ruang rapat.
Oknum direksi itu mengatakan bahwa kehadiran perempuan di ruang rapat hanya akan memuat berisik ruangan. Setelah mendapat kecaman di media sosial, ia pun akhirnya meminta maaf atas ucapannya.
(Kemas Irawan Nurrachman)