JAKARTA - Mobil listrik akan menjadi tren di masa depan. Banyak perusahaan automotif global yang sudah memasarkan mobil nihil emisi karbon ini. Penggunannya pun sudah cukup masif, terutama di negara-negara maju yang infrastrukturnya memadai.
Ada beberapa jenis mobil listrik yang digunakan saat ini. Umumnya energi untuk menggerakkan motor disuplai dari baterai yang listriknya didapat melalui fasilitas charge. Namun ada juga mobil yang energi listriknya didapat dari proses kimia atau biasa disebut dengan fuel cell. Mobil ini bergerak dengan mengandalkan gas hasil reaksi kimia gas hidrogen. Kelemahannya, mobil listrik jenis ini akan terkendala dengan infrastruktur stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.
(Baca Juga: Toyota & Honda Bakal Perang Mobil Hidrogen di GIIAS 2016)
Karena itu mobil listrik yang mengandalkan sepenuhnya pada baterai diyakini akan diminati karena lebih sederhana. Saat ini, para engineer masih mengembangkan baterai berkualitas yang mampu menyimpan energi lebih banyak serta waktu isi ulangnya cepat. Untuk mobil listrik saat ini baterai lithium ion masih diandalkan.