JAKARTA - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) merayakan 30 tahun ekspor mobil pada Agustus mendatang. Selama 30 tahun atau sejak Agustus 1987, TMMIN sudah mengekspor 1,1 juta unit kendaraan dalam kondisi utuh atau completely built up (CBU).
Selain itu TMMIN juga mengekspor 833.500 unit kendaraan secara terurai atau completely knocked down (CKD), 1,47 juta unit mesin utuh, dan lebih dari 648 juta potong komponen. Total nilai ekspor TMMIN selama 30 tahun mencapai USD19 miliar atau Rp250 triliun.
(Baca Juga: Toyota Bidik Ekspor Mobil Naik 10%, Negara Ini Sasaran Potensialnya)
Wakil Presiden Direktur TMMIN Edward Otto Kanter mengatakan, ekspor mobil dilakukan secara bertahap sejak kondisi infrastruktur atau logistik pengirimannya masih sangat sederhana.
Bahkan, mobil-mobil yang dirikim ke luar negeri dinaikkan ke kapal di Terminal 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti menaikkan sapi yakni menggunakan ranjang. Tapi kelamaan semuanya berkembang hingga menggunakan perlengkapan canggih. Jumlah unit yang dikapalkan pun sudah semakin banyak daru puluhan setiap pemberangkatan menjadi ribuan unit.
Di awal, TMMIN hanya mengekspor mobil ke lima negara dan saat ini sudah lebih dari 80 negara di Afrika, Asia-Pasific, dan Amerika Latin.
Tak cuma dalam hal logistik, kendaraan yang diekspor pun sudah memenuhi kualitas global. Bahkan, TMMIN segera mengekspor mobil dengan standar emisi yang saat ini diterapkan di Eropa.
"Kami ekspor Euro6, itu kan berarti sudah standar Eropa. Sienta pun sudah diminta Euro6 dan produk kita bisa diterima. Sienta sudah diekspor ke Singapura," kata Edward, di Jakarta, Jumat 28 Juli 2017 malam.
Toyota pertama kali mengekspor Toyota Kijang Super ke Brunei Darussalam. Kinerja ekspor Toyota mengalami peningkatan signifikan setelah dimulainya proyek IMV (International Innovative Multi Purpose Vehicle) pada 2004. IMV sendiri terdiri dari lima model kendaraan, yaitu tiga varian pikap Hilux, satu SUV yakni Fortuner, dan MPV Kijang Innova. Lima model kendaraan tersebut menggunakan platform yang sama.
(Baca Juga: Cerita Ekspor Toyota Kijang, dari 50 ke 1.400 unit per Bulan)
Sementara itu, selama semester pertama 2017 saja, TMMIN sudah memproduksi 114 ribu unit kendaraan. Tiga model kendaraan yang paling banyak diproduksi adalah Fortuner 44 ribu unit, Kijang Innova 33 ribu unit, dan Vios 16 ribu unit. Sisanya yakni Etios Valco, Yaris, dan Sienta, mencapai 21 ribu unit. Sementara model kendaraan Avanza, Agya, dan Rush tidak diproduksi oleh TMMIN, melainkan di fasilitas Daihatsu.
Komposisi unit yang diproduksi di pabrik TMMIN adalah 50:50, artinya masih-masing berbanding sama untuk kebutuhan domestik dan ekspor.
(Anton Suhartono)