CALIFORNIA - Para ilmuwan menemukan fakta unik soal ikan tuna sirip biru. Ikan yang memiliki nama ilmiah Thunnus thynnus ternyata menggunakan sistem kontrol hidrolik yang unik untuk ‘terbang’ dari lautan seperti jet tempur.
Ikan tuna sirip biru memompa cairan tubuh melalui saluran internal mereka untuk mengubah bentuk sirip secara halus. Hal ini membantu mereka bermanuver dengan kecepatan tinggi. Dengan cara yang sama, jet cepat mengandalkan penyesuaian halus pada permukaan kontrolnya agar tetap stabil di udara.
Para ahli pun mempelajari sistem hidrolik, yang didorong oleh kelenjar getah bening. Hal ini mereka teliti setelah mempelajari sirip biru dan tuna sirip kuning di dalam tangki.
(Baca juga: Warna Hitam dan Putih Panda Berfungsi untuk Kamuflase)
"Hewan merupakan makhluk yang sangat menarik dari solusi teknik elegan dalam aerodinamika dan hidrodinamika. Apa yang telah kita temukan di tunas ini tak seperti sistem hidrolik hewan lainnya. Ini kompleks musculo-vascular yang mengintegrasikan sistem limfatik, otot rangka, dan tulang sirip," kata Dr Vadim Pavlov dari Stanford University di California, Amerika Serikat (AS).
Ada banyak hewan lain yang menggunakan sistem hidrolik untuk bergerak melintasi lautan. Misalnya, bintang laut dan bulu babi, yang menggunakan sistem vaskular air khusus untuk menempelkan kaki seperti pengisap ke benda-benda dasar laut.
Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa sistem tekanan fluida tuna jauh lebih kompleks dibandingkan sistem yang digunakan hewan lainnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyempurnakan gerakan.
"Kami telah menunjukkan bahwa di tunas dan kerabat cepat mereka, kompleks ini berfungsi untuk menghasilkan tekanan hidrolik yang memberikan penyesuaian bentuk sirip mereka dengan baik. Dengan memperluas atau menarik sirip dorsal dan anus, mereka mengubah kekuatan fisik yang dihasilan oleh sirip, yang memungkinkan untuk manuver," kata Dr Pavlov.
Menurut peneliti, kemampuan tuna untuk menyesuaikan siripnya dengan cepat dan tepat menggunakan mekanisme hidrodinamik, bisa membantu mereka menangkap mangsa dan menghemat energi selama migrasi yang lama.
Studi ini dibangun berdasarkan pengamatan lebih dari satu dekade yang lalu tentang tuna sirip biru Pasifik di Monterey Bay Aquarium di California. Para ilmuwan melihat bahwa ikan tersebut, beberapa di antaranya memiliki berat lebih dari 300 kg. Ikan dengan bobot tersebut dapat melakukan penyesuaian dengan baik pada sirip mereka, terutama median dan sirip ekor saat berenang.
Penelitian lebih lanjut menyebabkan ditemukannya rongga yang tak biasa yang diisi dengan cairan di bawah dasar sirip median dorsal dan anus, dua sirip yang tak berpasangan membentang di atas dan bawah tubuh ikan.
(Baca juga: Wah, Rupanya Dinosaurus Bertaring Ini Tak Dapat Berlari)
Tim menemukan otot yang menekan cairan tersebut mengubah bentuk siripnya untuk memberi kontrol saat berenang.
Pemeriksaan terperinci mengungkapkan sistem khusus pembuluh darah besar dan saluran di sirip median yang melalui getah bening berfungsi sebagai cairan hidrolik.
Tekanan yang meningkat di saluran tampaknya mengubah posisi dan sirip agar tidak berguling saat aktif berenang. Hal ini juga membatasi kehilangan energi selama migrasi berenang yang panjang.
Fungsi utama dari kelenjar getah bening adalah mengangkut sel darah putih yang melawan infeksi dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Penggunaannya sebagai fluida hidrolik belum pernah dilaporkan sebelumnya.
(Baca juga: Aneh! 5 Hewan Ini Memiliki Tubuh yang Berubah Warna)
(Dini Listiyani)