Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Chrysler Tepis Hengkang dari Jepang meski Penjualannya Anjlok

Anton Suhartono , Jurnalis-Selasa, 20 Juni 2017 |10:07 WIB
Chrysler Tepis Hengkang dari Jepang meski Penjualannya Anjlok
(Foto: Reuters)
A
A
A

Merek kendaraan Amerika harus bersaing ketat dengan produk lokal atau Eropa. Kuatnya persaingan membuat salah satu pabrikan automotif Negeri Paman Sam, Ford, mengumumkan penghentian penjualan pada awal 2016.

Penjualan mobil AS di Jepang semakin menurun dari tahun ke tahun. Produsen AS hanya bisa menjual 13 ribu mobil di Jepang sepanjang 2015 dan 2016. Itu pun, tiga perempatnya dikuasai oleh merek Jeep. Sementara Ford hanya mampu menjual 2.400 mobil sepanjang 2016.

Kondisi ini semakin memperlebar defisit perdagangan kedua negara. Data Kementerian Perdagangan AS menyebutkan defisit perdagangan AS dengan Jepang pada 2016 mencapai USD68,9 miliar. Dari jumlah itu, USD52,6 juta di antaranya berasal dari kendaraan dan komponen.

Sebagai perbandingan juga, produsen mobil Jepang menguasai lebih dari 90 persen total pasar kendaraan di negaranya. Sangat jomplang dengan kondisi di AS, di mana produsen mobil lokal, yakni General Motors, Ford Motor, dan FCA, hanya menguasai 45 persen dari total pasar. Padahal AS merupakan pasar kendaraan terbesar kedua di dunia setelah China.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement