TOKYO - Produsen mobil Amerika Serikat Fiat Chrysler Automobiles (FCA) menepis akan menghentikan penjualan merek Chrysler di Jepang. Pengumuman ini merupakan respons terhadap laporan media lokal Jepang yang menyebutkan bahwa Chrysler akan dihentikan penjualannya mulai awal 2018 karena minimnya penjualan.
FCA membawahi beberapa merek kendaraan Amerika dan Italia, di antaranya Jeep, Fiat, Chrysler, Dodge, dan Alfa Romeo.
"Meskipun FCA telah mengumumkan akan mengonsentrasikan sumber dayanya pada merek Jeep, tapi tidak ada keputusan yang sudah dibuat sejauh ini mengenai merek Chrysler," demikian pernyataan FCA yang dikutip dari Reuters.
Sebelumnya harian bisnis Jepang, Nikkei, melaporkan FCA memutuskan akan menghentikan penjualan Chrysler lantara penjualannya terus menurun. Pada 2016, FCA hanya bisa menjual tidak lebih dari 300 unit kendaraan. Penjualannya terus menurun sejak tahun 2000-an.
Saat ini FCA hanya menjual satu model kendaraan di Jepang yakni sedan mewah 300. Itu pun dijual di diler Jeep.
Sementara itu, merek Fiat dan Jeep justru semakin diminati. Pada 2016, FCA menjual kendaraan merek Fiat sebanyak 6.700 unit dan Jeep 9.400 unit. Jumlah itu menempatkan Fiat dan Jeep dalam posisi 10 besar merek asing paling diminati di Jepang.
Mobil buatan pabrikan asing mendapatkan porsi cukup sedikit jika dibandingkan total penjualan kendaraan di Jepang. Pada tahun lalu sebanyak 295 ribu mobil merek non-Jepang terjual. Namun angka tersebut hanya 10 persen dari total penjualan kendaraan baru di Negeri Sakura.