Advertisement
Advertisement

Rotasi Matahari dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Lely Maulida , Jurnalis-Jum'at, 26 Mei 2017 |06:09 WIB
Rotasi Matahari dalam Penjelasan Alquran dan Sains
(Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Perdebatan mengenai pusat tata surya sempat digeluti oleh para ilmuwan dahulu. Bumi bahkan sempat disebut sebagai pusat dari tata surya.

Para filsuf Eropa dan ilmuwan menyakini bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan seluruh benda-benda langit termasuk matahari mengelilingi bumi. Di Barat, teori Geosentris dengan konsep yang meyakini bumi sebagai pusat alam semesta, sudah menjadi pemahaman yang lazim dari abad kedua sebelum masehi.

Pada 1912, Nicholas Copernicus mengemukakan teori Heliosentris dalam konsep tata surya. Teori ini menegaskan bahwa matahari selalu bergerak sebagai pusat tata surya dengan planet-planet mengelilinginya.

Pada 1609, ilmuwan Jerman Yohannus Keppler mengenalkan teori Astronomia Nova yang menyimpulkan bahwa selain planet-planet mengelilingi matahari dalam garis orbit, mereka juga berputar pada sumbu masing-masing dengan kecepatan yang tidak teratur.

Penemuan teori ini menjadi alasan yang tidak dapat dipungkiri bagi para saintis Eropa untuk mengoreksi kembali mekanisme sistem dari matahari. Di mana posisi matahari sebagai pusat tata surya dan termasuk di dalamnya proses bergantinya siang dan malam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement