Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fosil Tertua Buah Ciplukan Berasal dari Argentina

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah , Jurnalis-Senin, 09 Januari 2017 |12:58 WIB
Fosil Tertua Buah Ciplukan Berasal dari Argentina
Foto: Pixabay
A
A
A

PATAGONIA – Anda yang sering berada di perkebunan maupun perdesaan tentu sudah tidak asing dengan Buah Ciplukan. Buah Ciplukan umumnya digunakan untuk obat cacing dan penurun demam, biasanya buah tersebut ketika masak akan tertutup kelopak seperti bunga.

Di Indonesia, ada berbagai nama dari buah ini. Mulai dari cecenet atau cecendet, namun rupanya ciplukan tidak hanya ada di Tanah Air.

Belum lama ini, ditemukan fosil tomatillos atau ciplukan di Patagon, Argentina. Fosil itu ada sejak 52 juta tahun lalu, jauh sebelum ciplukan dijadikan satu spesies sendiri.

Tomatillo atau cherry tanah termasuk dalam genus Physalis. Mereka bukanlah tomat biasa karena bentuknya yang unik. Mereka adalah sebagian kecil dari keluarga yang mencakup banyak  sayuran komersial, ilmiah, dan budaya yang berharga seperti tanaman kentang, paprika, tembakau, petunia, dan tomat antara lebih dari 2.400 spesies yang hidup. Seluruh keluarga ini memiliki catatan fosil yang buruk, terbatas pada biji kecil dan kayu, yang secara drastis pemahaman tentang kapan dan di mana mereka berkembang sangat terbatas.

Seperti dilaporkan dalam Science, peneliti memeriksa dua buah lentera fosil yang dikumpulkan di Laguna del Hunco, Chubut, Patagonia, Argentina, di daerah yang beriklim hutan hujan saat tanaman tumbuh 52 juta tahun yang lalu. Fosil ini merupakan satu-satunya fosil Physalis yang ditemukan di antara lebih dari 6.000 fosil yang dikumpulkan dari daerah terpencil dan mereka masih memiliki fitur yang sangat halus seperti kulit tipis dan berry itu sendiri.

"Ini sangat menakjubkan, spesimen Physalis sangat jarang ini adalah dua fosil terkenal dari seluruh keluarga nightshade yang melestarikan informasi yang cukup dari genus dalam keluarga mereka," kata Peter Wilf, profesor geosains di Penn State. "Kami secara mendalam menganalisis setiap detail dari fosil ini dibandingkan dengan semua kerabat potensialnya dan tidak perlu dipertanyakan apakah mereka mewakili fosil pertama Physalis di dunia dan buah fosil pertama dari keluarga nightshade.”

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement