"Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat," (QS. Al Furqan: 2).
"Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," (QS. Al-Qamar: 49).
"Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya. Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu," (QS. Al Hijr: 21).
Keteraturan di alam semesta tersebut melahirkan bilangan Fibonacci. Berdasarkan Wikipedia, bilangan ini berasal dari buku ‘The Art of Computer Programming’ karya Donald E Knuth.
Barisan tersebut pertama kali dijelaskan oleh matematikawan India, Gopala dan Hemachandra pada tahun 1150, ketika menyelidiki berbagai kemungkinan untuk memasukkan barang-barang ke dalam kantong.