Pria yang sudah menjadi kolektor mobil sejak 40 tahun lalu itu membeli sebuah perusahaan restorasi kendaraan sebesar USD100 juta dan mulai menekuni bisnis ini.
Bagaimana dia mendapat untung dari bisnis ini? Selain karena mobil klasik pasti dicari banyak kolektor, ternyata Bayrnes juga memanfaatkan kondisi mata uang di suatu negara.
"Jika ada suatu negara yang nilai mata uangnya sedang turun, saya membeli mobil di sana. Lalu menjualnya di negara yang mata uangnya sedang kuat," jelas dia.
Awalnya ia merestorasi 35 mobil, lalu tumbuh menjadi 400 unit dalam dua tahun lantaran tingginya permintaan.
Para pekerjanya sudah dilatih untuk menangani mobil klasik, dari mulai pengecatan hingga ke bagian teknis mesin. Tak heran jika mobil yang direstorasinya memiliki kualitas tidak jauh berbeda dibandingkan saat baru keluar dari pabrik.
"Para pekerja memiliki passion yang tinggi dan perhatian penuh terhadap sisi detail. Di dunia ini, banyak pekerja logam yang andal, tapi orang-orang lokal di sini juga sangat luar biasa. Kami punya 45 pekerja perempuan, ada yang mekanik dan ahli di bidang logam," cetusnya.