Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Bengkel Restorasi Mobil Klasik Terbesar di Dunia Ada di Asia Tenggara

Anton Suhartono , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2016 |07:47 WIB
Ternyata Bengkel Restorasi Mobil Klasik Terbesar di Dunia Ada di Asia Tenggara
Bengkel restorasi mobil klasik terbesar di dunia ada di Filipina (The Telegraph)
A
A
A

MANILA - Tahukah Anda dimana bengkel restorasi mobil klasik terbesar di dunia? Jawabannya, bukan di Eropa, Amerika, atau Australia, tapi di Asia Tenggara, tepatnya Filipina.

Mengambil lokasi di bekas pangkalan udara Amerika Serikat, seorang pengusaha Australia, Jim Byrnes, mendirikan Byrnes Motor Trust (BMT) Restoration enam tahun lalu.

Di bengkel tersebut ada 200 pekerja yang mendandani merek mobil klasik seperti Jaguar, Rolls-Royce, dan Mercedes Benz. Mulanya, Brynes mengumpulkan bangkai mobil-mobil klasik yang terabaikan selama puluhan tahun. Umumnya berasal dari Amerika. Bahkan ada 37 unit mobil Jaguar rongsok yang ia temukan di sebuah lahan di Texas, Amerika Serikat, kemudian diboyongnya ke Filipina.

Filipina sendiri dipilih Byrnes salah satunya karena upah pekerja di sana tidak sebesar di Eropa, Amerika, atau Australia. Di samping itu, para pekerja di sana memiliki dedikasi yang tinggi. Namun tidak semua pekerja di fasiltias BMT berasal dari Filipina, banyak pula yang berasal dari luar negeri seperti Inggris.

"Saya pertama kali bekerja di industri mobil pada 1976. Darah saya sudah bau minyak dan suku cadang mobil sejak 40 tahun lalu," ungkap Byrnes seperti dikutip dari The Telegraph.

Ia pun menceritakan mengapa mengambil bisnis restorasi mobil. "Para kolektor mobil merupakan pecandu, menyukai suara (mobil besar), menyukai rasa, dan angin yang meniup rambut, saya suka dengan mobil yang sudah melalui proses modifikasi. Jaguar E-Type, Porsche produksi awal, Rolls-Royce, penting untuk merawat merek-merek itu," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement