"Harus lulus quality gate, itu diaudit oleh tim dari Mercedes Benz pusat dari Jerman. Quality management akan datang ke Indonesia untuk melihat persyaratan mereka. Misalnya, lokasinya bagus atau enggak, peralatan cocok atau enggak, lalu kualitas manajemennya bagaimana, struktur organisasi bagaimana, engineering, dan lain sebagainya," paparnya.
Untuk desain bus, pihaknya membebaskan perusahaan karoseri yang ditunjuk untuk berkreasi dan tidak menyulitkan konsumen.
"Kami tidak menyentuh desain mereka. Mereka bebas membuat desain apa pun, tetapi interface antara sasis dan bodi mereka harus tahu. Apa yang boleh dan yang enggak boleh. Bagaimana nanti customer menangani mobilnya, misalnya mau buka gardan, harus bongkar segala macam. Jadi semua sudah harus disiapkan dari awalnya," pungkasnya.
(Anton Suhartono)