Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Taruh Barang Bawaan di Atap Mobil, Ini Risikonya

Mufrod , Jurnalis-Senin, 20 Juni 2016 |21:05 WIB
Taruh Barang Bawaan di Atap Mobil, Ini Risikonya
Ilustrasi roof rack (foto: Theroofmodel)
A
A
A

JAKARTA - Memasuki musim mudik Lebaran, banyak pemudik yang masih selalu membawa barang bawaan melebihi kapasitas bagasi ataupun memaksimalkan jumlah penumpang sehingga meletakkan seluruh barang bawaan di atap menggunakan roof rack.

Hal tersebut banyak dilakukan oleh pemudik, meski bisa menimbulkan risiko bagi pemudik karena terganggunya pengendalian (limbung) saat mobil dikemudikan dalam kecepatan tinggi akibat beban maksimal dari kendaraan.

Menurut Rovy Arfian, anggota komunitas Toyota Avanza (Velozity) yang juga rutin pulang kampung setiap Lebaran, ia mengetahui berbagai soal terkait barang bawaan berlebih.

"Barang di atap mobil itu enggak aman, pengalaman saya begitu sampai di kampung barang bawaan basah semua. Memang saya salah saat itu karena langsung taruh di atap enggak pakai roof rail ataupun roof rack. Setelah dicek tas dan kardus yang hanya ditutupi terpal di bagian atasnya itu basah karena air hujan. Air yang mengalir di atap masuk melalui selah-selah dan merembes," tegas Rovy

Selain itu, perhatikan juga risiko lain yang bisa ditimbulkan, jika ikatan tali penahan barang dan terpal pelindung tidak benar, bisa menyebabkan barang terlempar dan membahayakan pengendara lain.

"Sebaiknya ikat barang bawaan dengan kuat dan benar, usahakan seluruh barang terkait dengan ikatan sehingga aman, dan bungkus beberapa barang dengan plastik untuk agar tidak basah saat terjadi hujan saat perjalanan mudik," pungkasnya.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement