Bangsa Mesir Kuno juga melihat kejadian yang sama. Hal ini terlihat dari manuskrip Madrid dan manuskrip Bangsa Maya kuno dalam Ilmu perbintangan di mana salah satu pria dalam manuskrip tersebut terlihat menunjuk bulan yang terbelah. Bangsa Maya saat itu merupakan yang paling maju ilmu astronominya mengira bahwa ada gempa di Bulan yang mengakibatkan Bulan terbelah.
Dari sisi sains, Badan Antariksa Amerika (NASA) telah menemukan retakan yang terlihat jelas di permukaan Bulan. Saat ini berbagai teori telah diusulkan untuk menjelaskan penyebab terjadinya retakan tersebut. NASA menyebut fenomena ini sebagai "retakan yang tersambung". Namun fenomena yang juga disebut rilles ini masih membingungkan para ilmuwan dalam menjelasan penyebabnya, dan semua teori yang mereka kemukakan jauh dari kenyataan gambar yang diperoleh oleh NASA.
Saat ini, sains mungkin belum bisa menjelaskan secara logis mukjizat bulan terbelah dua oleh Nabi Muhammad SAW. Namun mukzizat itu adalah tanda-tanda kebesaran bagi umat manusia seperti yang difirmankan Allah dalam ayat berikut, "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (Surat Fushshilat ayat 53).
(Ahmad Luthfi)