JAKARTA - Menjelang mudik hari raya Lebaran 2016, dipastikan banyak masyarakat yang menggunakan mesin ATM untuk melakukan transaksi baik pengambilan uang atau melakukan transfer, namun kegiatan itu tanpa disadari banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum dengan modus tertentu.
Menanggapi hal itu, Kaspersky mengimbau untuk tingkatkan kewaspadaan dengan cara memperketat keamanan ATM dan Point of Sale (PoS) terminal jelang Hari Raya Idul Fitri 2016.
"Kami mengamati munculnya malware khusus ATM sejak 2009, contoh terbaru bahkan mengganti hardware card skimmers, tetapi juga memungkinkan penyerang untuk memaksa ATM yang terinfeksi untuk mengeluarkan uang tunai," ujar Dony Koesmandarin Territory Channel Manager Kaspersky.
Ia mengatakan, salah satu serangan siber yang paling merusak itu pada 2014/2015 dikenal sebagai Carbanax. Seperti aksi penarikan uang tunai secara besar-besaran, malware yang menargetkan ATM.
"Dan tahun ini juga kami mengamati pesatnya perampokan secara fisik atau paksa menggunakan alat canggih dari bank berteknologi tinggi," ungkap Dony dalam acara media briefing Potensi Keamanan ATM dan PoS menjelang Hari Raya Idul Fitri, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (23/6/2016).