Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alquran & Sains: Benarkah Bulan Pernah Terbelah Dua?

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah , Jurnalis-Sabtu, 18 Juni 2016 |06:01 WIB
Alquran & Sains: Benarkah Bulan Pernah Terbelah Dua?
(Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Alquran dan hadits Sahih menyebut bahwa Bulan pernah terbelah dua pada zaman Rasulullah. Satelit Bumi itu juga akan kembali terbelah ketika Hari Kiamat tiba. Bagaimana bukti dan sudut pandang sains mengenai fenomena ini?

"Saat (hari Kiamat) semakin dekat Bulan pun terbelah," bunyi surat Al-Qamar ayat 1. Pada ayat selanjutnya, disebutkan bahwa apabila orang-orang musyrikin melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus menerus. Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya".

“Dari Abdullah Berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah” (HR. Muslim: 7249).

Kala bulan terbelah, kaum Kafir Makkah disebut meragukan kebesaran Allah SWT dan meminta Muhammad SAW untuk memberikan bukti. Atas izin Allah, Nabi memperlihatkan terbelahnya Bulan menjadi dua bagian yaitu satu di sisi Gunung Safa dan bagian lainya di sisi Gunung Qaikaan dan terlihat di antaranya bukit Hira, tetapi mereka Kafir Makkah malah mengingkari Mukjizat tersebut dan mengira Nabi Muhammad SAW telah melakukan sihir dan tipu daya.

Meski diingkari oleh kaum Kafir Makkah, kejadian itu tidak hanya terlihat di bagian Bumi tertentu saja, tetapi juga termasuk di India hingga salah seorang Raja India memutuskan memeluk Islam setelah melihat mukjizat tersebut. Raja Valiyathampuram (87 tahun) dari Kodungallur di Central Kerala, beliau adalah keturunan dari Raja Cheraman Perumal (India pertama yang memeluk Islam pada awal abad ke-7).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement