Namun setelah larangan impor dicabut, banyak perubahan yang terjadi di Kuba. Mobil-mobil modern sudah banyak berkeliaran di jalan. Inilah penjelasannya mengapa jika turis berkunjung ke Kuba, berasa seperti menjelajahi waktu. Apalagi, banyak bangunan di Kuba yang masih mempertahankan keasliannya. Antara mobil dan bangunan pun berpadu sangat serasi.
“Sekarang Anda bisa lihat sudah banyak mobil modern di jalan-jalan di Kuba, seperti Kia Picanto, Hyundai Atoz, atau banyak juga mobil impor dari China. Tapi, saya tetap mencoba mengabadikan mobil-mobil klasiknya. Mengabadikannya tidak mudah,” imbuh dia.
Ia menbambahkan, seorang pengemudi akan berkata kepada turis bahwa sejujurnya mereka lebih suka mengganti mobil klasik Chevrolet ke mobil modern produksi 1970-an asal Uni Soviet atau bahkan mobil kecil Hyundai. Mobil-mobil itu lebih bisa diandalkan dan yang pasti nyaman karena sudah dilengkapi pendingin kabin.
“Sebenarnya, saya suka jika orang Kuba mendapatkan mobil yang lebih bisa diandalkan. Yang hanya ingin saya katakan adalah sebagai seorang fotografer dan pencinta mobil klasik bahwa “skenario” tentang sebuah mobil tidak akan pernah sama. Ini alasannya mengapa saya membuat buku ini,” jelas Degler.
Foto-foto: Piotr Degler
(Anton Suhartono)