Jadi, dengan perubahan Indonesia yang seperti itu, enggak bisa lagi kita cuma punya satu brand. Tahun ini kita putuskan pakai dua-duanya kita hidupkan lagi pada April 2015 dengan look yang baru meski sama-sama ungu. Tapi dual brand ini kalau nggak hati-hati saling kanibalisasi.
Bagaimana kondisi Axis yang terkini?
Waktu kita biarkan, dia memang sempat turun, tetapi sekarang sudah hampir sama dengan waktu kita beli dulu.
Axis itu hanya kuat di beberapa tempat. Jadi dulu itu Axis mulai di Surabaya di sana kuat, di Jabodetabek juga kuat tetapi enggak ada suaranya di Sumatera. Jadi tahun ini memang kita fokuskan ke luar Jawa. Itu sekarang awareness-nya kalau kita ukur sudah lumayan.
(Kemas Irawan Nurrachman)