Kata Pakar
Menurut pakar hydropower dan dam hydrolic jebolan Teknik Sipil UGM itu beberapa kecocokan yang paling dekat adalah dari dataran dan saluran air yang di obyek risetnya. Dataran menunjukan ciri pusat perdaban itu menunjukkan jarak ke pegunungan, kemudian adanya suku-suku bangsa, danau dan sungai sama dengan yang digambarkan oleh Plato.
Kemudian adanya saluran detil, saluran utama yang mengelilingi dataran, alur sungai, arahnya. Setelah diukur dengan hydrolika sama persis seperti yang ditulis Plato. Disebutkan pula adanya tiga batuan berwarna hitam, putih dan hitam juga digambarkan, serta disebutkan adanya sumber air panas di sana.
"Semuanya menunjukkan ada kecocokan. Saya yakini Atlantis ada sebuah peradaban. Bicara Atlantis maka disana ada negara, provinsi, kota, selat dan laut serta bangsa. Pada 11.600 tahun lalu Atlantis sebuah peradaban besar, dan itu menunjukan bahwa kita adalah bangsa yang besar," kata Dhani Irwanto yang juga pimpinan Indonesia Hydrology Consultan itu.
Lebih lanjut, Dhani menyebutkan pengungkapan teori Atlantis yang dirilisnya dalam buku Atlantis: The Lost City is in Java Sea itu mengungkapkan beberapa hasil riset yang mengungkap tulisan dari pemikir besar di Eropa itu.
Selama lima tahun, ia melakukan riset secara detail, dengan referensi utama dari tulisan Plato. Ia menyebutkan tulisan dalam huruf dan bahasa Yunani itu menjadi tahapan yang paling sulit untuk menterjemahkan bagian yang menyebut Atlantis.
"Pendapat Plato itu berbahasa Yunani, selain itu untuk bagian itu telah ada banyak terjemahan dan penafsiran sehingga saya harus melakukan penterjemahan yang detail. Jangan sampai kebesaran peradaban Atlantis ikut hilang," katanya.
Sementara itu arkeolog Kanada, Carmen B memaparkan tentang hasil riset piramida di Mesir. Ia merupakan salah seorang arkeolog yang banyak berkecipung dalam riset piramida di Mesir, termasuk juga mengangkat beberapa misteri terkait peninggalan peradaban yang masuk salah satu keajaiban dunia itu. Hadir juga peneliti LIPI Danny Hilman yang memaparkan situs megalitik Gunung Padang.
(Amril Amarullah (Okezone))