JAKARTA - Layanan ojek berbasis aplikasi semakin booming belakangan. Sebut saja Go-Jek, Grabbike, dan juga Blu-Jek, adalah sejumlah nama yang menawarkan layanan itu di Indonesia.
Bak gayung bersambut, masyarakat menyambut baik layanan tersebut dan cenderung lebih menyenangi memesan ojek secara online ketimbang konvensional.
Melihat tren yang berubah ini, banyak orang yang tergerak mencoba mencoba peruntungan di ranah itu. Sebagai contoh, ketika Go-Jek membuka lowongan kerja di Senayan, ribuan orang berbondong-bondong datang untuk melamar.
Namun begitu, Co Founder Blu-Jek, Michael Manuhutu, menekankan bahwa masyarakat perlu berhati-hati ketika ingin melamar menjadi pengemudi ojek online. Itu disebabkan ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seperti calo, yang menipu masyarakat awam dengan alasan dapat membantu memuluskan jalan untuk menjadi pengemudi ojek online dengan mudah.
“Kami pernah mendapat pengalaman tidak menyenangkan terkait proses perekrutan driver Blu-Jek. Ada orang yang mengaku telah menyerahkan dokumen serta sejumlah uang kepada seseorang dan mengaku dapat membantu mereka untuk menjadi driver Blu-Jek,” kisah Michael ketika bertandang ke kantor Okezone, Senin (9/11/2015).