Sementara ukuran berbeda tampak pada headlamp di mana desainnya dibuat sipit namun agak sedikit memanjang ke belakang.
Sekilas tidak ada pilar di bagian depan, sehingga kaca depan juga berfungsi sekaligus menjadi jendela samping.
Di bagian belakang, Vision Tokyo benar-benar tampil beda. Tidak ada lampu belakang seperti lazimnya mobil biasa. Di bawah terdapat corong besar yang diborder dengan garis lampu biru.
Sementara itu pintu menggunakan konsep sliding door namun membuka ke atap. Pintu hanya terdapat di sisi kiri kendaraan, cocok dengan aturan setir kanan yang berlaku di Jepang.
Mengusung bentuk minivan, sudah jelas ruang di dalamnya luas. Bahkan lebih luas dari F015 yang berbentuk seperti sedan.
Bicara soal interior, seperti bukan berada di mobil pada umumnya. Interior mengusung konsep lounge, yakni joknya didesain seperti sofa yang melingkar. Hal ini untuk memudahkan interaksi antarpenumpang. Di depan hanya ada satu jok untuk mengoperasikan kendaraan.
Di pintu mobil bagian dalam dan di belakang jok penumpang terdapat layar LED. Sistem pengoperasiannya bisa dengan gestur. Selain itu, di tengah mobil juga terdapat proyektor yang membuat suasana berteknologi tinggi tiga dimensi di kabin. Proyektor tersebut menyajikan berbagai aplikasi, peta, dan fitur hiburan lainnya.