Pada era 1990-an, seperti dilansir Independent, ilmuwan menemukan bahwa dunia mengeluarkan getaran secara berkelanjutan dalam frekuensi yang sangat rendah. Bahkan, getaran ini terdeteksi walau tidak terjadi aktivitas gempa bumi.
Ilmuwan Fabrice Ardhuin dari Center National de la Recherche Scientifique menjawab dengan berhasil menemukan sumber suara tersebut dan apa penyebabnya. Menurutnya, suara yang disebut dengan The Hum itu terjadi akibat dari aktivitas mikroseismik pada gelombang lautan yang menghantam dasar laut. Hantaman yang berlangsung dalam jangka lama dan konsisten itulah yang menghasilkan suara gemuruh.
Ilmuwan menyebut getaran tersebut dengan nama aktivitas microseismic, yang umumnya terlalu lemah bagi manusia untuk mendeteksinya. Teori sebelumnya memasukkan radiasi elektromagnetik, aktivitas militer rahasia dan komunikasi kapal selam.
Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa getaran yang paling mungkin ialah akibat gelombang laut. Menggunakan model komputer yang menunjukkan laut, angin dan dasar laut, tim ilmuwan yang dipimpin Oceanographer Fabrice Ardhuin menemukan bahwa gelombang laut bisa menghasilkan gelombang seismik mini saat mereka bertabrakan.
Gelombang laut yang lambat bisa menghasilkan gelombang seismik dengan frekuensi 13 sampai 300 detik. Sebagian besar suara misterius yang menyerupai lonceng ini berasal dari gelombang yang panjang.