Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengintip Sukses Efisiensi Plant 2 Daihatsu Kyushu

Syukri Rahmatullah , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2013 |12:48 WIB
Mengintip Sukses Efisiensi Plant 2 Daihatsu Kyushu
Daihatsu Kyushu (foto: Syukri Rahmatullah/Okezone)
A
A
A

DI SELA kegiatan peliputan Tokyo Motor Show (TMS) beberapa waktu lalu, Okezone bersama rombongan wartawan lainnya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke pusat pabrik perakitan mobil Daihatsu di Kyushu, Oita, Jepang.
 
Oita merupakan salah satu kota terbesar di Jepang, kota ini berjarak 794.610 kilometer dari Ibu Kota Jepang, yaitu Tokyo. Jika ditempuh melalui udara sekira 1 jam perjalanan dari bandara Oita.
 
Pabrik yang bernama Daihatsu Kyushuitu memiliki dua buah pabrik, Plant 1 yang telah beroperasi sejak 2004 dan memiliki luas 110.000 m2 dan Plan 2 yang beroperasi tahun 2007 dengan luas 53.000 m2.
 

Makoto Mizutani (foto: Syukri Rahmatullah/Okezone)
 
Yang menarik, walaupun luas pabrik keduanya berbeda, tapi hasil produksi keduanya memiliki jumlah yang sama, yaitu 230 ribu unit per tahun. Padahal, Plant 2 hanya memiliki luas setengah dari luas Plant 1. Plant 2 memproduksi Daihatsu Mira e:s, Tanto, dan Move untuk pasar domestik Jepang.
 
Presiden Direktur DMC, Makoto Mizutani, angkat bicara perihal kesuksesan efisiensi yang mereka lakukan. Dia mengungkap, Plant 2 memiliki konsep SSC atau Simple, Slim, dan Compact. “Konsep ini telah kami terapkan di seluruh bagian proses produksi mobil dan mampu merakit mobil hingga 230.000 unit per tahun. Dengan konsep SSC ini, kami mampu menghemat penggunaan energi hingga area produksi secara signifikan, membuat produksi mobil menjadi jauh sangat efisien,” paparnya.
 
Mizutani juga mengungkap, kesuksesan efisiensi Plant 2 disebabkan penggunaan tenaga robot untuk memangkas beberapa bagian proses, seperti pengecatan, pengelasan bodi mobil, dan bagian atap. Wal hasil, 49 proses perakitan yang terdapat di Plant 1, berhasil dipangkas separuhnya pada Plant 2, yaitu 26 proses. Rencananya, kesuksesan efisiensi tersebut akan diterapkan pada Pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat.
 
Tak cukup penjelasan, sejumlah jurnalis juga diajak untuk berkeliling Plant 2 untuk melihat secara langsung proses perakitan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Okezone dapat menyaksikan langsung sejumlah robot yang bertugas menyatukan bodi kanan dan kiri, serta melubangi beberapa bagian di bodi tersebut. Sayangnya, jurnalis tidak diberikan kesempatan untuk mengabadikan pekerjaan robot tersebut, karena tergolong rahasia.
 

K Uoi (berambut putih dan berkacamata). (foto: Syukri Rahmatullah/Okezone)
 
Okezone sempat berbisik bertanya kepada Director and Senior Advisor DMC, K Uoi, perihal efisiensi personel yang berdampak pada tambahan pasokan listrik. Dia mengatakan, walau berhasil memangkas jumlah orang dengan menggunakan robot, tentu ada kebutuhan pasokan listrik yang bertambah. Tapi menurutnya hal itu tetap saja tidak mengganggu efisiensi yang mereka lakukan.
 
Yang unik dari kunjungan tersebut, bagian pengecekan kualitas interior dan eksterior dilakukan oleh pegawai wanita, K Uoi mengakui mereka memilih pegawai wanita di bagian tersebut, karena memang wanita memiliki kelebihan dalam ketelitian dibandingkan pria. Jika ada masalah, pegawai wanita tersebut tinggal menarik tali untuk membunyikan sirene, proses pun berhenti hingga supervisor datang untuk melakukan pengecekan. Jika masalah sudah teratasi, maka proses pun baru dilanjutkan kembali.
 
K. Uoi menegaskan bahwa mereka tidak berkompromi dengan produk gagal, sejak kedua pabrik itu dijalankan mereka hanya mengalami sedikit produk gagal. Dia mencontohkan dalam memproduksi Daihatsu Conte, dari 1000 unit, kegagalan maksimal terjadi pada 9 unit.
 
"Bagi kami, konsumen adalah nomor satu. Kami tidak ingin merugikan konsumen. Hal itu juga pernah terjadi di pabrik Kyushu, sebagai wujud tanggung jawab kami kepada konsumen," jelas K Oui.

(Syukri Rahmatullah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement