BEKASI - Televisi Ultra High Definition (UHD) saat ini sudah mulai menjamur dan diprediksi bakal menjadi tren tv di masa depan. Sebenarnya seperti apa dan bagaimana proses produksi televisi masa depan ini?
Salah satu perusahaan elektronik raksasa di Asia, LG, memberikan kesempatan pada media untuk mengunjungi pabrik pembuatan tv UHD di Cibitung, Bekasi, pada Selasa (3/12/2013).
Sebuah televisi bisa disebut Ultra HD karena memiliki kualitas layar dengan kekuatan 3.840x2.160 piksel, atau setara dengan empat kali kualitas layar televisi Full HD.
Di pabrik LG pada bagian produksi tv dan monitor, terdapat beberapa tahapan untuk membuat sebuah televisi dengan kualitas layar UHD. Salah seorang staf produksi, Harimurti, mengatakan ada sekira 50 tahapan untuk membuat sebuah tv UHD jika dijumlah secara keseluruhan. Namun yang akan dijelaskan adalah bagian-bagian terpentingnya saja.
Proses pertama adalah assembly, dimana proses pemasangan atau screwing berbagai komponen dan modul tv UHD pada sebuah panel yang akan menjadi otak dari TV. Mulai dari pemasangan berbagai komponen, hingga pemasangan casing.
Namun sebelum casing dipasang, berbagai komponen dipindai untuk menyelaraskan kesesuaian letak. Dan komponen tv ini 90 persen berasal dari pabrik manufaktur LG di Korea Selatan, hanya komponen kecil seperti resistor dan kapasitor yang berasal dari lokal. Jika proses assembly selesai, selanjutnya masuk pada tahap pengecekan.
Bermacam pengecekan dilakukan mulai dari tes power, kualitas layar UHD, pengetesan teknologi 3D, pengaturan white balance, hingga pengecekan fungsi berbagai port seperti HDMI.
Setelah tahap pengetesan selesai, petugas akan melakukan pembersihan fisik tv yang kemudian dilanjut dengan pengecekan asesoris seperti remote, kabel, dan lainnya. Jika sudah oke, tv UHD siap dipak dalam kardus yang pastinya aman. Dalam satu jam, kata Harimurti, produksi tv UHD ukuran 55 inci ini bisa sampai 100 unit.
Namun sebenarnya proses belum berakhir sampai di situ, dari keseluruhan unit yang diproduksi perharinya ada beberapa sampel yang diambil untuk dilakukan beberapa tes lagi. Yang pertama adalah pengetesan ketahanan kualitas di ruangan heatrun. Tv UHD akan dinyalakan selama 24 jam tanpa henti untuk menguji ketahanan suhu.
Di pabrik tersebut juga ada simulasi shipment, atau pengiriman barang di dalam kontainer. Apakah tv UHD ini aman di dalam perjalanan atau tidak. Dan yang terakhir adalah drop test, yakni uji tahan banting. Sampel tv UHD yang masih di dalam kardus dibanting dari berbagai sisi selama delapan kali.
Untuk diketahui, produksi perangkat di divisi tv dan monitor ini dilakukan mulai dari jam tujuh pagi hingga jam 6 sore.
(Amril Amarullah (Okezone))