Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SPC Mobile Suguhkan Toko Aplikasi Khas Indonesia

Andina Librianty , Jurnalis-Kamis, 25 Juli 2013 |08:56 WIB
SPC Mobile Suguhkan Toko Aplikasi Khas Indonesia
SPC Store, toko aplikasi Android ini berisi berbagai konten lokal (Foto: Andina/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Persaingan smartphone tidak hanya diwarnai oleh vendor ternama di dunia, rivalitas pun juga terjadi di Tanah Air. Para vendor smartphone brand lokal saling berusaha menunjukkan keunggulan dan diferensiasi, salah satunya SPC Mobile.

Karena itu, SPC Mobile bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa aplikasi ponsel, Maxitech, mengembangkan toko aplikasi yang berisi konten khas Indonesia sejak tiga bulan lalu. Adalah SPC Store, toko aplikasi Android ini berisi berbagai konten lokal yang dikembangkan oleh developer Indonesia dan sudah bisa diakses mulai hari ini.

Kehadiran SPC Store sekaligus merupakan langkah perusahaan dalam menyokong perkembangan developer lokal. “Smartphone tidak akan lengkap tanpa toko aplikasi, jadi selain Google Play, kehadiran toko aplikasi dengan konten lokal akan menjadi nilai tambah bagi kami. Karena itu, kami terbuka dengan semua developer, tapi aplikasi-aplikasi mereka akan kami seleksi terlebih dahulu,” tutur Chief Operating Officer SPC Mobile Raymond Tedjokusumo, di FX Entertainment Lifestyle, Rabu sore (24/7/2013).

Tercatat saat ini SPC Mobile memiliki 160 aplikasi lokal dari 50 developer lokal. Jumlah itu, kata Raymond, diharapkan tumbuh menjadi lima ratus hingga seribu aplikasi pada tahun depan, dengan setengahnya sebagai aplikasi berbayar.

Adapun untuk saat ini, aplikasi di SPC Mobile masih merupakan aplikasi gratis. Namun jika kedepannya muncul aplikasi berbayar, perusahaan menyerahkan skema penetapan harga kepada developer. Untuk mempersiapkan kehadiran aplikasi berbayar, SPC Mobile telah bekerjasama dengan operator Indonesia mengenai pembelian aplikasi dengan skema pemotongan pulsa.

“Revenue sharing-nya kita belum tahu besarannya berapa, bisa 80-20 atau 50-50, tergantung kesepakatan nanti,” kata Raymond.

Untuk memperkuat ekosistem aplikasi lokal dalam pengembangan SPC Store, perusahaan menggelontorkan investasi sebesar USD1 juta. Investasi itu untuk kerjasama membangun aplikasi, promosi, hingga mencari developer.

Untuk saat ini, SPC Store baru bisa mendukung sejumlah smartphone Android SPC Mobile yakni SPC Ultradroid S1 Link, S5 Maxx, dan S7 Neo.

Produk terbaru
Selain meluncurkan toko aplikasi, SPC Mobile juga meluncurkan smartphone dan phablet terbaru yakni SPC Ultradroid S1 Link, S5 Maxx, S7 Neo, dan P5 Opera. Sesuai dengan fokus pasar, keempat produk ini ditujukan untuk segmen middle-end dan low-end.

S1 Link merupakan smartphone berbasis Android 2.3 (Gingerbread), dengan spesifikasi layar sentuh 3,5 inci (480 x 320 piksel), RAM 256 MB, memori internal 512MB, dukungan slot microSD dengan kapasitas maksimal 32GB, dan kamera 3 megapiksel. Smartphone ini dijual seharga Rp500 ribu.

Sedangkan S5 Maxx, diperkuat dengan Android 2.3, layar sentuh kapasitif 4 inci, RAM 256MB, memori internal 512MB, dukungan slot microSD dengan kapasitas hingga 32GB, dan kamera 3 megapiksel. Smartphone yang hadir dengan pilihan warna biru, coklat, dan merah ini dijual dengan kisaran harga Rp600 ribu.

S7 Neo yang dijual seharga Rp 1,3 juta hadir dengan sistem operasi Android 4.0 (Ice Cream Sandwich), layar sentuh 4,5 inci, RAM 512MB, kamera utama 2MP dan kamera depan VGA. Spesifikasi lainnya, dukungan konektivas 3G dan EDGE, memori internal 4GB, dan eksternal dengan dukungan microSD hinga 32GB.

Lalu P5 Opera, phablet ini memiliki sistem operasi Android 4.1 (Jelly Bean), layar sentuh 8 inci (1024 x 768 piksel), prosesor dual core 1GHz, RAM 1GB, memori internal 4GB yang bisa diperluas dengan microSD hinga 32GB. Perangkat ini memiliki dual kamera 2 megapiksel dan dijual seharga Rp1,6 juta.

“Semua produk terbaru ini sudah ada di pasaran sejak 2 pekan lalu,” pungkas Raymond.


(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement