Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagaimana Nasib Kanzen di Indonesia?

Prasetyo Adhi , Jurnalis-Rabu, 16 Juni 2010 |11:49 WIB
Bagaimana Nasib Kanzen di Indonesia?
(foto: prasetyo/okezone.com)
A
A
A

JAKARTA- Beberapa tahun lalu mungkin masih kita masih ingat dengan ungkapan 'motor produksi Indonesia' yang dipakai oleh Kanzen. Kini, lama tak terdengar gaungnya bagaimana nasib Kanzen di kancah industri sepeda motor Indonesia?

Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata, Kanzen masih tercatat dalam keanggotaan AISI. "Hanya memang keberlangsungannya masih terus dipertanyakan apakah mereka akan tetap ikut AISI atau tidak," ujarnya ketika ditemui, di Restoran Sari Kuring Sudirman, Jakarta, Selasa (15/6/2010).

AISI mencatat, katanya, penjualan Kanzen pada Januari hingga Mei 2010 masing-masing sebanyak 100 unit, 100 unit, 150 unit, 35 unit, dan 55 unit. "Jadi mereka masih tetap bisa jualan," tambah Gunadi.

Apa yang terjadi pada Kanzen, paparnya membuktikan betapa kompleksnya industri automotif di Tanah Air. "Para pelaku industri jangan cuma bisa produksi saja, tapi harus pikirkan image yang tepat, produk yang baik, serta harga yang cocok bagi konsumen di dalam negeri, ini yang jadi PR semua industri automotif di Indonesia," katanya.

Ia mengakui, sebenarnya Kanzen memiliki beberapa produksi yang cukup baik hanya saja ternyata belum bsia menarik lebih banyak minat beli masyarakat di Indonesia.

Sebagai catatan, saat gelaran Jakarta Motorcycle Show (JMS) 2008, Kanzen berhasil menampilkan lineup proorduknya yang cukup revolusioner. Diantaranya motoor sport Kanzen Roadwin, bebek Kanzen berbahan bakar LPG, serta skuter matik (skutik) hybrid Kanzen Sasori. Namun hingga saat ini tidak jelas bagaiman perkembangan produk-produk tersebut.

(Syukri Rahmatullah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement