4 Penyebab Motor Matic Mulai Berdecit saat Akselerasi

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Senin 17 Agustus 2026 15:56 WIB
4 Penyebab Motor Matic Mulai Berdecit saat Akselerasi (Wahana Honda)
Share :

JAKARTA - Suara gredek motor mulai berjalan atau berdecit ketika berakselerasi kerap membuat pengguna motor matic merasa khawatir. Meski terdengar sepele, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem continuously variable transmission (CVT)

CVT adalah komponen yang berperan penting dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Bila tidak segera ditangani, performa kendaraan dapat menurun hingga memicu kerusakan komponen lain yang lebih serius.
 
CVT merupakan sistem transmisi otomatis, mengatur rasio putaran mesin sehingga akselerasi terasa lebih responsif dan nyaman tanpa perpindahan gigi. Agar sistem tersebut tetap optimal, setiap komponen di dalam CVT membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
 
“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek," ujar Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.

"Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” tuturnya. 

Motor matic mulai berdecit (Wahana Honda)


 
Ada beberapa penyebab yang paling sering memicu munculnya bunyi gredek maupun berdecit pada sistem CVT. Berikut penjelasannya : 

1. Penumpukan Debu

Sisa gesekan komponen menghasilkan debu yang menempel pada mangkok kopling maupun kampas ganda sehingga mengurangi daya cengkeram saat bekerja.

2. Mangkok Kopling Licin

Permukaan mangkok menjadi mengilap (glazing) akibat panas berlebih sehingga gesekan dengan kampas ganda tidak lagi optimal.

3. Kampas Ganda Aus 

Gesekan yang terjadi terus-menerus membuat permukaan kampas menipis atau terbakar sehingga kemampuan mencengkeram menurun.

 

4. V-Belt Kering atau Getas 

V-belt yang mulai aus, kering, getas, atau licin dapat memunculkan bunyi berdecit sekaligus mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin.

Untuk menjaga kondisi CVT tetap prima, konsumen dapat melakukan beberapa langkah berikut:

1. Servis Rutin 

Bongkar serta bersihkan area CVT dari debu dan kotoran setiap menempuh jarak sekitar 2.000–5.000 kilometer, atau menyesuaikan kondisi penggunaan kendaraan.

2. Ganti Komponen

Segera ganti kampas ganda maupun V-belt yang sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan agar sistem transmisi kembali bekerja secara optimal.

Perawatan CVT sebaiknya dilakukan di bengkel resmi agar setiap proses pemeriksaan dilakukan sesuai standar. Dengan demikian, kondisi setiap komponen dapat dianalisis secara menyeluruh sehingga potensi kerusakan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
 
“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” tutur Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F Maharanto.
 
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya