Peneliti Temukan Spesies Baru Parasit Super Pemangsa Jamur Zombi di Hutan Kalimantan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 21 Juni 2026 17:09 WIB
Pleurocordyceps cornusynnemata ditemukan di Hutan Kalimantan.
Share :

KUALA LUMPUR - Para ilmuwan Malaysia telah menemukan spesies jamur parasit baru di hutan Kalimantan yang memangsa "jamur zombi", yang dikenal menginfeksi serangga sebelum menyebabkan kematian yang mengerikan.

Spesies baru ini dikumpulkan selama beberapa perjalanan lapangan yang dilakukan oleh Institut Biologi Tropis dan Konservasi Universitas Malaysia Sabah.

Jamur ini dijuluki sebagai "hiperparasit" karena "secara efektif memparasit patogen utama," kata wakil direktur institut tersebut, Jaya Seelan Sathiya Seelan, kepada AFP pada Jumat (19/6/2026).

"Jamur ini termasuk dalam genus Pleurocordyceps dan bertindak sebagai hiperparasit khusus," kata Jaya Seelan.

Spesies baru ini menargetkan semut yang sudah terinfeksi Ophiocordyceps, atau "jamur zombi", yang memanipulasi sistem saraf serangga yang terinfeksi dan membuatnya berperilaku tidak menentu sebelum membunuhnya dan keluar dari bangkainya.

"Alih-alih memanipulasi sistem saraf serangga itu sendiri, Pleurocordyceps menyusup dan memakan langsung jaringan Ophiocordyceps yang berkembang di dalam inang," kata Jaya Seelan.

Dinamai berdasarkan strukturnya yang unik dan berbentuk tanduk, Pleurocordyceps cornusynnemata ditemukan setelah para ilmuwan mempelajari semut mati yang dikumpulkan dari Lembah Danum, daerah terpencil di selatan Sabah.

Penemuan ini juga dipublikasikan di Phytotaxa, jurnal terkemuka dalam botani taksonomi, pada bulan April.

 

Ini bukan hiperparasit pertama dari jenisnya, tetapi “ini adalah anggota pertama di dunia yang diketahui dari genusnya yang memiliki struktur berbentuk tanduk yang sangat khas ini,” kata Jaya Seelan.

Selama perjalanan lapangan, para ilmuwan juga menemukan spesies baru jamur pembunuh laba-laba, yang menyebarkan spora melalui laba-laba sebelum membunuhnya.

“Jamur yang baru didokumentasikan ini memiliki potensi yang sangat besar… baik sebagai sumber untuk mengembangkan obat antimikroba generasi berikutnya maupun sebagai agen biokontrol yang sangat efektif terhadap hama pertanian,” kata Jaya Seelan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya