PUBG Mobile Minta Maaf Usai Dikritik Pemain Muslim Gara-Gara Nama Item

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 12 Mei 2026 17:36 WIB
PUBG Mobile menghapus item Hand of the Almighty menyusul protes. (Foto: Krafton)
Share :

JAKARTA - PUBG Mobile secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan menghapus item dalam gim yang baru saja ditambahkan setelah mendapat kecaman dari sebagian komunitas pemain Muslim. Kontroversi ini dipicu oleh sebuah kartu bernama "Hand of the Almighty" yang hadir bersamaan dengan pembaruan v4.4.

Dalam pernyataan resminya, pihak PUBG Mobile mengungkapkan penyesalan atas "luka" yang disebabkan oleh item tersebut dan segera menghapusnya dari peredaran. Pengembang juga berjanji untuk menerapkan proses peninjauan konten yang lebih ketat di masa mendatang.

Kritik tersebut sebagian besar datang dari pemain Muslim yang menilai bahwa penggunaan frasa "Hand of the Almighty" melanggar batas sensitivitas agama. Banyak yang berpendapat bahwa penggunaan istilah yang berkaitan erat dengan sifat ilahi dalam produk hiburan dianggap tidak menghormati kepercayaan Islam dan sifat-sifat suci Allah.

Salah seorang pemain berkomentar bahwa keberatan ini bukan ditujukan untuk menyerang gim tersebut, melainkan sebuah permintaan hormat agar Tencent Games dan PUBG Mobile mempertimbangkan kembali penamaan tersebut. Pesan itu menekankan bahwa iman adalah hal yang sakral, sehingga penghapusan atau penggantian nama item menjadi bentuk penghormatan terhadap sentimen keagamaan.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan kritik ini, termasuk di kalangan pemain Muslim sendiri. Sebagian berpendapat bahwa kata "Almighty" merupakan istilah bahasa Inggris umum yang berarti "Maha Kuasa" dan tidak secara eksklusif merujuk pada satu agama tertentu. Beberapa pihak bahkan merasa penghapusan tersebut tidak perlu dan memperingatkan bahwa keputusan yang diambil terlalu cepat bisa memicu kontroversi serupa atas masalah yang lebih kecil di masa depan.

 

Meski demikian, PUBG Mobile akhirnya tetap memutuskan untuk menghapus item tersebut sepenuhnya daripada sekadar mengganti namanya. Langkah ini dinilai sebagai tindakan yang tepat untuk meredam situasi sebelum masalah semakin memburuk, sebagaimana dilansir dari GamingOnPhone.

Menariknya, ini bukan kali pertama PUBG Mobile menghadapi isu sensitivitas agama di wilayah Timur Tengah. Pada tahun 2020, gim ini juga mengeluarkan permintaan maaf terkait kontroversi mode Mysterious Jungle, menyusul kritik dari para pemain di negara-negara seperti Kuwait dan Arab Saudi.

Isu agama merupakan hal yang sangat sensitif. Meski pengembang mungkin tidak memiliki niat buruk, interpretasi setiap pemain bisa berbeda-beda. Sebagian pemain melihat nama item tersebut sebagai permainan kata fantasi yang tidak berbahaya, namun sebagian lainnya merasa benar-benar tidak nyaman. Mengingat besarnya jumlah basis pemain, masalah ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih serius.

Dalam kasus ini, PUBG Mobile jelas memilih langkah preventif dengan segera meminta maaf dan menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya