“Yang saya harapkan adalah Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa, mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang,” katanya.
Rancangan undang-undang yang diusulkan mendapat dukungan kuat dari produsen mobil AS dan kelompok perdagangan. Baru-baru ini, organisasi perdagangan otomotif utama mendesak pemerintah untuk mempertahankan hambatan ketat terhadap produsen mobil China, menekankan perlunya melindungi pasar domestik.
Namun, langkah tersebut telah menuai kecaman keras dari Kedutaan Besar China di Washington. Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar menuduh Amerika Serikat terlibat dalam “proteksionisme perdagangan” dan menetapkan “kebijakan subsidi yang diskriminatif,” dengan alasan bahwa rancangan undang-undang yang diusulkan melanggar prinsip-prinsip persaingan yang adil.
Upaya legislatif ini terjadi pada momen diplomatik yang sensitif, karena Presiden Donald Trump diperkirakan akan mengunjungi China pada bulan Mei. Hal ini menghadirkan potensi perbedaan pendekatan, karena Trump sebelumnya menyatakan keterbukaan terhadap produsen mobil China yang membangun pabrik manufaktur di AS, asalkan mereka mempekerjakan pekerja Amerika.
(Erha Aprili Ramadhoni)