Soal Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga dari India, Ini Respons Gaikindo

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Jum'at 20 Februari 2026 17:16 WIB
Soal Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga dari India, Ini Respons Gaikindo (Ilustrasi/Dok ADM)
Share :

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merespons rencana impor kendaraan komersial dari India. Gaikindo memastikan produksi lokal dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

1. Respons Gaikindo

Diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105.000 unit pikap asal India. Kendaraan niaga ringan itu rencananya digunakan untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 ribu pikap Scorpio dipasok oleh Mahindra. Sememtara 70 ribu unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pikap dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.

Terkait rencana impor kendaraan dari India, Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyatakan keyakinan Gaikindo bahwa perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

"Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM (Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor) mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Putu Juli, dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026). 

Namun, ia menjelaskan, memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi.

 

Diketahui, saat ini Gaikindo beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau pun lebih.  

Sejumlah perusahaan juga memproduksi kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pikap. Rinciannya adalah PT Suzuki Indomobil Motor,  PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), serta PT Astra Daihatsu Motor. 

Secara keseluruhan anggota-anggota Gaikindo tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pikap mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya