China Larang Gagang Pintu Rata di Mobil Listrik, Dampaknya Bisa Mendunia

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 04 Februari 2026 17:32 WIB
China Larang Gagang Pintu Rata di Mobil Listrik, Dampaknya Bisa Mendunia (Car News China)
Share :

JAKARTA - China resmi melarang gagang pintu rata pada mobil listrik. Aturan ini mulai efektif berlaku per 1 Januari 2027. Adanya peraturan ini berpotensi berdampak secara global lantaran produsen kemungkinan besar akan beralih ke desain gagang pintu yang seragam demi menghemat biaya.

1. Larang Gagang Pintu Rata

Gagang pintu rata yang dipopulerkan Tesla Model S tersebut menjadi sorotan setelah dalam beberapa kecelakaan fatal penumpang terjebak di dalam mobil. 

Melansir Carscoops, Rabu (4/2/2026), mulai 1 Januari 2027, produsen akan diwajibkan untuk memasang gagang pintu mekanis baik di dalam maupun di luar mobil listrik yang dijual di China. Bagi model yang sudah disetujui dan hampir diluncurkan akan diberi waktu hingga Januari 2029 untuk mematuhinya. Keputusan ini menyusul serangkaian kecelakaan fatal yang menjadi perhatian publik di mana kegagalan daya diduga mencegah pintu terbuka.

Peraturan ini menyusul sejumlah kecelakaan, termasuk mobil listrik Xiaomi yang terbakar hebat. Saat peristiwa tersebut, penumpang dan petugas penyelamat tidak dapat membuka pintu kendaraan yang dioperasikan secara elektronik. Pejabat keselamatan di China kemudian meninjau menyeluruh terhadap standar desain untuk akses darurat.

Menurut Bloomberg, peraturan baru China tersebut sangat spesifik. Gagang pintu eksterior harus memiliki pegangan tersembunyi dengan ukuran minimal 60 mm x 20 mm (2,36 inci x 0,79 inci). Ini untuk memastikan petugas penyelamat dapat secara fisik menggenggam dan menariknya bahkan setelah kecelakaan. 

Di dalam kabin, produsen harus memberi label yang jelas pada tuas pembuka pintu dengan tanda yang terlihat jelas yang menunjukkan cara membuka pintu dalam keadaan darurat. Tanda di bagian dalam harus berukuran minimal 1 cm x 0,7 cm (sekitar 0,39 inci x 0,28 inci), dan gagang pintu interior dan eksterior harus dipasang pada posisi yang jelas. 

Berdasarkan pedoman yang diperbarui, produsen mobil tidak lagi dapat sepenuhnya mengandalkan sistem bertenaga elektronik, bahkan yang dilengkapi dengan baterai cadangan atau kabel penarik mekanis.

 

2. Dampak Larangan Gagang Pintu Rata

Peraturan ini akan berdampak mobil listrik di China. Sekitar 60 persen dari 100 kendaraan energi baru terlaris di China dilaporkan menggunakan gagang pintu tersembunyi hingga April lalu, terutama pada model mewah. Daftar mobil yang terpengaruh termasuk Tesla Model 3 dan Model Y, BMW iX3 versi China yang akan datang, dan produk dari Nio, Li Auto, Xpeng, dan Xiaomi.

Beberapa produsen mobil telah menyadari dampaknya. Model-model terbaru dari Geely dan BYD diam-diam telah kembali menggunakan gagang pintu terbuka tradisional.

Namun, proses desain ulang bisa menelan biaya mahal. Sebuah sumber yang mengetahui pengembangan mobil listrik di China mengatakan kepada Bloomberg, mengadaptasi sistem pintu yang ada untuk memenuhi standar baru mungkin akan menelan biaya lebih dari 100 juta yuan per model atau sekitar USD14,4 juta.

Meski peraturan ini hanya berlaku di China, tapi dapat berdampak secara global. Dengan mewajibkan mobil listrik (EV) untuk memiliki gagang pintu ini, kemungkinan besar akan mengubah cara produsen mobil mendesain gagang pintu di seluruh dunia.

Produsen mobil kemungkinan besar akan beralih ke desain gagang pintu yang seragam dan ramah regulasi di semua pasar. Standardisasi pendekatan ini dapat mengurangi biaya dan menyederhanakan pengembangan.

Sementara itu, larangan di China ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik. Padahal, mobil bensin juga menggunakan sistem pintu berbasis listrik dengan baterai 12 volt.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya