JAKARTA - China resmi melarang gagang pintu rata pada mobil listrik. Aturan ini mulai efektif berlaku per 1 Januari 2027. Adanya peraturan ini berpotensi berdampak secara global lantaran produsen kemungkinan besar akan beralih ke desain gagang pintu yang seragam demi menghemat biaya.
Gagang pintu rata yang dipopulerkan Tesla Model S tersebut menjadi sorotan setelah dalam beberapa kecelakaan fatal penumpang terjebak di dalam mobil.
Melansir Carscoops, Rabu (4/2/2026), mulai 1 Januari 2027, produsen akan diwajibkan untuk memasang gagang pintu mekanis baik di dalam maupun di luar mobil listrik yang dijual di China. Bagi model yang sudah disetujui dan hampir diluncurkan akan diberi waktu hingga Januari 2029 untuk mematuhinya. Keputusan ini menyusul serangkaian kecelakaan fatal yang menjadi perhatian publik di mana kegagalan daya diduga mencegah pintu terbuka.
Peraturan ini menyusul sejumlah kecelakaan, termasuk mobil listrik Xiaomi yang terbakar hebat. Saat peristiwa tersebut, penumpang dan petugas penyelamat tidak dapat membuka pintu kendaraan yang dioperasikan secara elektronik. Pejabat keselamatan di China kemudian meninjau menyeluruh terhadap standar desain untuk akses darurat.
Menurut Bloomberg, peraturan baru China tersebut sangat spesifik. Gagang pintu eksterior harus memiliki pegangan tersembunyi dengan ukuran minimal 60 mm x 20 mm (2,36 inci x 0,79 inci). Ini untuk memastikan petugas penyelamat dapat secara fisik menggenggam dan menariknya bahkan setelah kecelakaan.
Di dalam kabin, produsen harus memberi label yang jelas pada tuas pembuka pintu dengan tanda yang terlihat jelas yang menunjukkan cara membuka pintu dalam keadaan darurat. Tanda di bagian dalam harus berukuran minimal 1 cm x 0,7 cm (sekitar 0,39 inci x 0,28 inci), dan gagang pintu interior dan eksterior harus dipasang pada posisi yang jelas.
Berdasarkan pedoman yang diperbarui, produsen mobil tidak lagi dapat sepenuhnya mengandalkan sistem bertenaga elektronik, bahkan yang dilengkapi dengan baterai cadangan atau kabel penarik mekanis.