Peraturan ini akan berdampak mobil listrik di China. Sekitar 60 persen dari 100 kendaraan energi baru terlaris di China dilaporkan menggunakan gagang pintu tersembunyi hingga April lalu, terutama pada model mewah. Daftar mobil yang terpengaruh termasuk Tesla Model 3 dan Model Y, BMW iX3 versi China yang akan datang, dan produk dari Nio, Li Auto, Xpeng, dan Xiaomi.
Beberapa produsen mobil telah menyadari dampaknya. Model-model terbaru dari Geely dan BYD diam-diam telah kembali menggunakan gagang pintu terbuka tradisional.
Namun, proses desain ulang bisa menelan biaya mahal. Sebuah sumber yang mengetahui pengembangan mobil listrik di China mengatakan kepada Bloomberg, mengadaptasi sistem pintu yang ada untuk memenuhi standar baru mungkin akan menelan biaya lebih dari 100 juta yuan per model atau sekitar USD14,4 juta.
Meski peraturan ini hanya berlaku di China, tapi dapat berdampak secara global. Dengan mewajibkan mobil listrik (EV) untuk memiliki gagang pintu ini, kemungkinan besar akan mengubah cara produsen mobil mendesain gagang pintu di seluruh dunia.
Produsen mobil kemungkinan besar akan beralih ke desain gagang pintu yang seragam dan ramah regulasi di semua pasar. Standardisasi pendekatan ini dapat mengurangi biaya dan menyederhanakan pengembangan.
Sementara itu, larangan di China ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik. Padahal, mobil bensin juga menggunakan sistem pintu berbasis listrik dengan baterai 12 volt.
(Erha Aprili Ramadhoni)