Penelitian yang diterbitkan bulan ini di Journal of African Earth Sciences mengungkapkan wawasan baru tentang struktur kerak magmatik wilayah Afar dan bagaimana benua Afrika terpecah.
Analisis baru data magmatik dari akhir tahun 1960-an menunjukkan bahwa Afrika dan Arabia terpisah terlebih dahulu, mengikuti satu retakan setelah retakan Teluk Aden dan Laut Merah. Retakan Afrika menyusul, kemungkinan besar disebabkan oleh aliran naik superplume, dan tetap aktif hingga saat ini.
Sebuah studi yang diterbitkan Juni lalu di Nature Geoscience menunjukkan bahwa proses pemisahan tersebut mungkin didorong oleh denyutan batuan cair seperti detak jantung yang naik dari kedalaman Bumi.