BERLIN - Kantor Statistik Jerman mengungkap impor mobil listrik China ke Jerman menurun dalam empat bulan pertama 2024, pada Selasa (18/6/2024). Namun, market share impor mobil listrik China di Jerman meningkat selama periode tersebut.
Melansir Reuters, Rabu (19/6/2024), data Destatis menyatakan, impor kendaraan listrik China ke Jerman turun 15,7% menjadi 31.500 kendaraan pada Januari dan April.
Namun, China meningkatkan pangsa pasar impor kendaraan listrik di Jerman menjadi 40,9% selama periode tersebut. China tetap menjadi importir mobil listrik terbesar.
Diketahui, pekan lalu, Komisi Uni Eropa mengatakan akan mengenakan tarif tambahan hingga 38,1% pada impor mobil listrik Tiongkok mulai bulan Juli untuk membandingkan masuknya mobil murah ke pasar yang dipicu kuatnya subsidi negara di dalam negeri.
Kantor statistik menunjukkan lemahnya permintaan domestik sebagai alasan merosotnya impor kendaraan listrik China selama periode empat bulan.
Republik Ceko dan Korea Selatan mengalami penurunan ekspor kendaraan listrik mereka ke Jerman masing-masing hampir sepertiga dan setengahnya, dibandingkan periode yang sama pada 2023.
“Dengan demikian, penurunan impor mobil listrik China jauh lebih lemah dibandingkan total impor mobil listrik,” kata kantor statistik federal.
Destatis mencatat, pada 2023, China mengekspor total 447.200 mobil listrik ke Jerman.
(Erha Aprili Ramadhoni)