Caranya, satu anak tanggung berada di depan, jok tengah diisi tiga orang (satu dewasa dan dua balita) dan satu jok belakang untuk satu orang. Satu kursi lagi dibuat rebah untuk memaksimalkan penempatan barang bawaan. Karena posisi rebah kursi rata dengan bagasi, memberikan ekstra ruang untuk memasukkan satu koper tanggung dan dua tas travel di samping kursi penumpang.
Xpander Cross dilengkapi dengan bagasi yang besar dibandingkan dengan mobil di kelasnya. Kapasitas ini memungkinkan Anda untuk membawa berbagai macam barang bawaan, mulai dari pakaian, makanan, hingga perlengkapan mudik lainnya. (Foto: dok Maruf El Rumi/Okezone)
Meski terasa padat, anak pertama yang memiliki tinggi 165 cm tersebut sama sekali tidak merasa terganggu. Dia tetap bisa rebahan dan main game dengan smartphone di belakang.
Bahkan, sebagian besar perjalanan dia bisa tidur dengan nyaman. Sedangkan tiga penumpang di tengah, termasuk dua balita juga bisa bercanda karena space antara kursi depan dengan tengah longgar.
Sehingga masih bisa bercanda, bermain selama perjalanan. Kalau untuk penumpang depan, juga tidak ada masalah meski ada tas jinjing di bawah. "Nyaman kok tidak ada masalah," kata putra sulung yang duduk di kursi belakang, sebelum akhirnya kembali asik main game.
Kami memulai perjalanan dari rumah pada pukul 9.00 WIB masuk dari tol Cinere kemudian lanjut Jagorawi - Cikampek - Cipali - Trans Jawa kemudian keluar Semarang. Perjalanan sepanjang 434.68 km tersebut kami tempuh sekitar 10 jam, sudah memperhitungkan waktu istirahat di rest area KM 57 Cikampek untuk rehat di Adventure Poin Mitsubishi.
Dari rute tersebut hanya sekali tersendat, tepatnya di KM 42 sampai KM 56 tol Cikampek. Bisa setelah itu perjalanan berlangsung lancar. Dalam kondisi stop and go atau jalan berhenti, berhenti - jalan tersebut sebenarnya juga tidak masalah karena Xpander Cross memiliki fitur bernama Brake Auto Hold (BAH).
Jadi, saya tinggal aktifkan fitur tersebut ketika jalanan stop and go. Saat berhenti, tinggal di rem dan setelah muncul tanda di panel dashboard, kaki bisa dilepas dari pedal rem, dan mobil akan tetap berhenti meski dengan posisi tuas transmisi di posisi D. Saat jalan, tinggal diinjak pedal gas dan mobil akan berjalan kembali.
Ini membuat kerja kaki menjadi lebih ringan saat jalan macet. Selain Auto Hold, Xpander Cross yang saya tumpangi juga memiliki fitur Electric Parking Brake (EPB). Sistem elektrik ini membuat pengemudi hanya cukup menekan tombol untuk mengaktifkan rem parkir, dan menariknya ke atas untuk melepaskannya.
Karena perjalanan relatif lancar membuat laju kecepatan mobil terbilang stabil. Tapi, karena alasan keselamatan dan regulasi, saya tidak terlalu mau menggeber kecepatan. rata rata kecepatan perjalanan mudik, kecepatan yang saya gunakan di angka 100 km per jam dan paling tinggi 120 km jam.