Indra memaparkan perlu tarif yang disebut "best cost" agar Starlink tidak brutal dalam menentukan tarif yang bisa merugikan penyelenggara telekomunikasi lainnya. Indra menyebut, pemerintah akan memantai agar Starlink tidak melakukan predatory pricing.
"Artinya dia murahin di sini ngebakar duit biar pelanggannya banyak akhirnya merugikan operator lain, itu akan kita pantau," tambah Indra. Dia juga memastikan bahwa Kominfo akan menjamin Starlink tidak mendapat karpet merah serta selalu mengikuti peraturan Indonesia. Di sisi lain Starlink juga harus memberi keuntungan bagi masyarakat.
Starlink sendiri merupakan layanan internet berbasis satelit yang dinilai akan menjadi saingan berat bagi penyedia layanan internet lokal yang masih mengandalkan tower Base Transceiver Station (BTS) maupun kabel fiber optik.
Starlink yang bisa memberikan penggunanya kecepatan internet lebih kencang dibanding tower BTS biasa dengan kecepatan menembus 200 mbps itu digadang-gadang akan tersedia di Indonesia pada tahun 2024 ini.
(Maruf El Rumi)