Kendati begitu, Kukuh mengatakan industri otomotif nasional mencatatkan hal positif dari sisi ekspor utuh atau CBU (completely built up). Secara total, Indonesia mengirimkan mobil sebanyak 505.134 unit atau naik 6,7 persen dibandingkan tahun lalu.
“Meskipun terjadi penurunan (penjualan domestik) 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ekspor CBU kita tembus di atas 500 ribu unit. Ini cukup mengesankan pertumbuhannya di tengah kondisi yang jadi proses pemulihan after pandemi, kita mampu menembus ekspor CBU kita,” ujarnya.
Penjualan domestik secara domestik terendah terjadi pada April, yakni hanya 58.981 unit. Sementara September yang dianggap menjadi faktor menurunnya penjualan membukukan penjualan 79.919 unit.
(Erha Aprili Ramadhoni)