Selain itu, satelit-satelit ini bertujuan menyediakan akses ke teks, suara, hingga data untuk ponsel LTE di seluruh dunia di mana layanan teks akan tersedia mulai tahun ini. Teknologi Direct to Cell juga akan menghubungkan perangkat IoT (Internet of Things) dengan standar LTE. Namun untuk bisa menggunakan layanan ini, pengguna harus menunggu satu tahun lagi pada 2025.
Kemampuan Direct to Cell ini memiliki modem eNodeB canggih yang berfungsi seperti menara telepon seluler di luar angkasa. Hal ini memungkinkan integrasi jaringan yang mirip dengan mitra roaming standar. Namun Starlink harus bermitra dengan operator jaringan seluler untuk dapat mengintegrasikan layanan mereka ke dalam jaringan seluler yang ada.
Sedangkan kedatangan Starlink di Indonesia telah mendapat respon baik dari berbagai operator dan mendukung adanya jaringan satelit ini untuk segera hadir di Indonesia pada tahun 2024. (Hana Mufidah)
(Erha Aprili Ramadhoni)