“Bahkan tahun lalu di Thailand hanya 2 persen, dan sekarang lebih dari 10 persen. Jadi kami yakin akan terjadi hal yang sama untuk pasar Indonesia, bahkan tidak ada putar balik untuk menolak kehadiran mobil listrik,” sambung Zhou.
Selain itu, Zhou menegaskan BYD memiliki strategi sendiri sebagai perusahaan teknologi untuk memasarkan mobil listrik. Hal ini yang membuat meyakini produk yang akan mereka luncurkan akan diterima dengan baik.
“Bahkan di BYD kami memiliki Vehicle to Load, jadi mengalirkan listrik dari mobil ke luar. Seperti power bank besar, jadi tidak akan memiliki satu kekurangan dari kendaraan listrik. Jadi bisa dimanfaatkan untuk barbeque, dan banyak hal yang bisa dilakukan,” tuturnya.
(Saliki Dwi Saputra )