2. Rutin Cek Kampas Kopling
Pada motor bermesin kopling, tentu saja kinerja kopling motor harus selalu prima. Kampas kopling yang bermasalah dapat mengganggu kinerja mesin saat melakukan langkah perubahan transmisi dan akan mempengaruhi laju motor.
Untuk menjaganya, pemilik harus rutin mengecek kondiri kampas kopling pada motornya. Jika kampas sudah mulai aus atau terkikis, sebaiknya harus segera menggantinya. Biasakan mengganti sparepart dengan yang asli di bengkel resmi.
3. Cek dan Bersihkan Kabel Kopling
Tuas kopling sewaktu-waktu bisa terasa berat. Ini terjadi karena kabel kopling motor kering karena karatan atau kotoran lainnya. Cara mengatasinya cukup mudah, dan tidak perlu membawa motor ke bengkel.
Cukup tuangkan cairan pelumas anti karat ke dalam kabel melalui tuas pada bagian handling kopling. Setelah cairan masuk coba tarik handing kopling perlahan beberapa kali. Jika masih berat, bisa menambahkan kembali cairan pelumasnya dan mengulangi langkah tersebut sampai tarikan kopling terasa enteng.
4. Gunakan Bahan Bakar Sesuai Kompresi Motor
Bahan bakar yang sebaiknya digunakan adalah yang beroktan lebih dari 90. Bahan bakar dengan oktan tinggi akan melakukan pembakaran dengan sempurna sehingga tidak ada residu yang tertinggal dalam mesin.
Namun, bahan bakar beroktan tinggi akan membuat mesin cepat panas. Untuk itu, penggantian oli secara rutin perlu dilakukan agar dapat membantu mendinginkan mesin selain mengandalkan radiator.
(Saliki Dwi Saputra )