ELON Musk mengaku bahwa roket Starship dari Space X miliknya siap diluncurkan. Namun rencana tersebut masih terganjal oleh restu dari pemerintah Amerika Serikat melalui Administrasi Penerbangan Federal (FAA) .
FAA merupakan lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat. Sebagai bagian dari Kementerian Transportasi Amerika Serikat, badan ini bertanggungjawab sebagai pengatur dan pengawas penerbangan sipil di Amerika Serikat
“Starship siap diluncurkan, menunggu persetujuan lisensi FAA.” Tulis Elon Musk di akun media sosial X, pada (6/9).
Lebih lanjut, dikabarkan bahwa ada masalah kecil soal perizinan dari FAA. Sebelumnya lembaga regulator itu telah menutup investigasi kecelakaan dalam penerbangan uji coba orbit pertama SpaceX pada bulan April lalu, tapi mereka tidak akan mengizinkan peluncuran kedua hingga SpaceX menyelesaikan lebih dari 60 "tindakan perbaikan".
Dilansir dari situs TechCrunch, Sabtu (9/9/2023), FAA memberikan daftar beberapa tindakan yang seharusnya dilakukan, yaitu perancangan ulang komponen kendaraan, perbaikan landasan peluncuran, serta pengujian dan pengembangan sistem keamanan yang lebih baik.
Setelah SpaceX menerapkan semua perbaikan tersebut, maka SpaceX dapat mengajukan permohonan dan menerima lisensi yang dimodifikasi dari FAA untuk meluncurkan Starship lagi.
"Penutupan investigasi kecelakaan tidak menandakan dimulainya kembali peluncuran Starship di Boca Chica," kata perusahaan tersebut, mengacu pada fasilitas pengembangan dan peluncuran Starship SpaceX yang sangat besar di Texas Tenggara.
Dalam pembaruan yang diunggah ke situs webnya, SpaceX mengatakan bahwa "pelajaran yang dipetik" dari peluncuran Starship pertama berkontribusi pada "beberapa peningkatan" pada kendaraan dan infrastruktur darat.