JAKARTA – Forpost merupakan drone garapan Rusia yang memiliki sentuhan teknologi dari drone IAI Searcher Mk.II buatan Israel. Lantas apa kecanggihannya?
Dilansir dari military-today.com, pasca Perang Rusia-Georgia tahun 2008, Rusia mendekati Israel untuk mendapatkan drone militer. Pada saat itu, hal ini terjadi ketika Rusia telah tertinggal jauh di belakang negara-negara lainnya. Kemudian, tahun 2009 Rusia membeli total 12 drone Israel, termasuk BirdEye 400, I-View Mk.150 dan Searcher Mk.II.
Rusia mulai menguji coba drone buatan Israel beberapa tahun kemudian dan mulai mengembangkan drone sendiri berdasarkan lisensi dari IAI Searcher Mk.II. Beberapa ahli juga berpendapat bahwa pengembangan drone ini juga dibantu oleh Israel sendiri.
Drone buatan Rusia, yang dikenal sebagai Forpost, bergabung dengan layanan militer Rusia sekitar tahun 2014 dan mulai menjalani pengujian. Drone ini mirip dengan drone Searcher Mk.II milik Israel dalam hal penampilan. Namun, drone ini menggunakan sistem avionik dan daya komputasi buatan Rusia.
Lebih lanjut, drone ini didukung oleh mesin piston Limbach L550, dengan tenaga sebesar 47 hp. Drone ini memutar baling-baling dua bilah yang terletak di bagian belakang. Drone ini memiliki pendaratan roda tiga tetap. Lepas landas dan mendarat dari jalan dan landasan pacu. Sensor optik terpasang di bawah badan pesawat.
Forpost memiliki satu kamera elektro-optik dan satu kamera termal. Kamera yang disebutkan terakhir memungkinkan untuk beroperasi di malam hari. Muatan optronik seberat 32 kg yang mencakup perangkat pencitraan termal matriks 3-5 mikron yang didinginkan, satu set televisi, dan pengintai Quantum Optics atau iluminator laser turut disertakan.
Drone ini juga dimodifikasi sehingga dapat membawa sistem persenjataan seperti rudal anti-tank atau peluncur roket dan bom. Lebih lanjutnya, drone ini mampu terbang hingga jarak 250-350 km. Drone ini juga diketahui dapat terbang di ketinggian 3.000 meter dan dapat mencapai kecepatan 200 km/jam.
Satu unit Forpost terdiri dari sebuah stasiun kendali darat dan 3 buah drone. Beberapa sumber melaporkan bahwa harga unit drone Forpost sekitar $6 juta atau setara dengan RP. 91 jt-an ke atas. (Salsabila Nur Azizah)
(Saliki Dwi Saputra )