JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) Neiry yang berbasis di Moskow, Rusia, percaya bahwa merpati memiliki keunggulan dibandingkan drone dalam hal jangkauan, daya tahan, dan kemampuan mengakses lokasi yang sulit dijangkau. Untuk memanfaatkan kemampuan ini, Neiry mengembangkan implan otak yang memungkinkan stafnya mengendalikan burung-burung tersebut dari jarak jauh, secara efektif mengubahnya menjadi biodrone.
Elektroda kecil dimasukkan ke dalam otak burung melalui tengkoraknya dan dihubungkan ke stimulator yang dipasang di kepala. Burung-burung tersebut juga dilengkapi ransel tenaga surya berisi pengontrol dan perangkat elektronik lain, serta kamera di dada untuk tujuan pengawasan.
Dalam siaran pers, Neiry menjelaskan bahwa pengendali menerima tugas penerbangan yang telah dimuat sebelumnya, mirip dengan sistem pada drone udara. Stimulator kemudian mengirimkan impuls yang membuat burung berbelok ke kiri atau kanan, dengan penentuan posisi yang disediakan oleh GPS dan metode navigasi lainnya.
Neiry mengklaim metodenya tidak memerlukan pengkondisian sebelumnya pada burung, karena “setiap hewan dapat dikendalikan melalui radio setelah operasi implantasi.” Ahli bedah perusahaan ini menggunakan pengaturan stereotaktik untuk menempatkan elektroda secara akurat di otak, yang diklaim menjamin kelangsungan hidup 100%.