“Ini memberi kami sedikit lebih banyak fleksibilitas untuk bermain dengan apa yang sebenarnya bisa dimaksimalkan di dunia. Jauh lebih baik dibandingkan dengan model sumber tertutup dari Google atau OpenAI,” jelas Deepak Kumar.
Dia bahkan mengatakan pengembang kemungkinan besar akan membangun aplikasi jenis baru menggunakan Code Llama. Misalnya, dimungkinkan untuk membuat asisten pemrograman yang melakukan berbagai pemeriksaan keamanan tambahan sebelum merekomendasikan sejumlah kode. “Anda dapat membuat segala macam hal melalui Code Llama,” katanya.
Diketahui saat ini beberapa perusahaan teknologi memang tengah berlomba-lomba mengembangkan kecerdasan buatan yang bisa memudahkan semua orang dalam mengembangkan program atau koding komputer. GitHub telah meluncurkan Copilot pada bulan Maret 2023 lalu yang menggunakan GPT-4 buatan OpenAI.
AWS Amazon juga memiliki CodeWhisperer, yang juga menulis, memeriksa, dan memperbarui kode. Selain mereka, Google juga diketahui tengah berencana meluncurkan alat penulisan kode bernama AlphaCode.
(Saliki Dwi Saputra )