BABI merupakan salah satu hewan ternak yang cukup populer, khususnya di wilayah Barat. Di Indonesia sendiri, babi pun dapat dengan mudah ditemukan di kawasan Timur.
Biasanya, babi memang diternakan untuk kemudian dijual atau dikonsumsi, babi pun jarang sekali menjadi hewan peliharaan. Memang, babi merupakan hewan dengan segudang keunikan, salah satunya adalah babi tidak bisa menengok ke atas.
Beberapa di antara kita mungkin pernah bertanya-tanya kenapa babi tidak bisa menengok ke atas. Nah untuk mengetahui jawabannya, simak paparan berikut, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.
Babi tidak bisa menengok ke atas karena alasan anatomi lehernya. Babi memiliki anatomi leher yang unik, yang dirancang untuk bisa mencari makan secara maksimal di tanah dan juga akar-akar tanaman.
Karena desain ini, babi hanya dapat memiringkan lehernya ke atas dengan sudut sekitar 45 derajat. Secara teknis, ini cukup bagi babi untuk bisa melihat langit, jadi hanyalah mitos bahwa babi benar-benar tidak bisa melihat langit.
Babi dapat melihat ke langit, tetapi dengan pandangan yang terbatas. Mereka tidak dapat melihat langsung ke atas (90 derajat) tetapi mereka dapat duduk tegak dan melihat ke langit dengan pandangan 45 derajat.
Tapi, meski babi bisa melihat ke langit, mereka memiliki batasan lain, yakni penglihatan mereka. Penglihatan babi cukup dekat sehingga babi tidak dapat melihat detail langit yang jauh. Itu sebabnya banyak babi tidak tertarik melihat ke atas.
Babi hanya dapat melihat sebuah objek dengan jelas pada jarak hingga 100 yard. Dan ini juga berlaku untuk semua jenis babi, baik itu babi ternak yang penuh lemak maupun babi hutan yang anatomi lehernya lebih baik.
(Martin Bagya Kertiyasa)