RANSOMWARE adalah salah satu virus komputer atau malware yang ditujukan untuk kejahatan digital. Sesuai namanya yang diambil dari kata ransom, tujuan dari virus ini memang untuk "menyandera" peralatan elektronik seseorang.
Ransomware merupakan jenis malware yang memiliki tujuan memeras korban dengan cara menyerang komputernya dengan virus ransomware, kemudian meminta sejumlah uang sebagai tebusan. Virus ini pun sangat berbahaya, lantaran sangat mudah menyebar dan menginfeksi komputer lainnnya.
Bahkan, Pelabuhan terbesar Jepang, yang terletak di kota Nagoya, terpaksa ditutup karena adanya serangan ransomware. Serangan berhasil melumpuhkan operasi terminal peti kemas yang menyebabkan kerugian luar biasa besar.
Pelabuhan Nagoya telah mengonfirmasi serangan secara resmi dan mengakui sistemnya telah mengalami kerusakan yang cukup parah. Kerusakan bahkan sampai masuk ke sistem pusat untuk mengontrol semua terminal peti kemas di pelabuhan.
“Setelah menyelidiki penyebabnya, kami mengadakan pertemuan dengan Komite Terminal Asosiasi Operasi Pelabuhan Nagoya (NUTS), yang mengoperasikan sistem tersebut, dan Markas Besar Polisi Prefektur Aichi. Ditemukan bahwa masalahnya adalah infeksi ransomware,” kata pihak pelabuhan, dikutip Techradar.
Tampak serangan cukup berdampak karena semua operasi bongkar muat peti kemas harus dibatalkan. Pelabuhan tersebut pun disebut mengalami kerugian besar-besaran serta gangguan parah terhadap sirkulasi barang ke dan dari Jepang.
Japan Times mengklaim para penyerang adalah LockBit 3.0 dan menggambarkan bahwa aktor serangan merupakan kelompok pro-Rusia. LockBit 3.0 dikabarkan telah meminta uang tebusan dalam jumlah besar, meski tidak disebutkan angka pastinya.
Apakah LockBit akan merilis data pelabuhan Nagoya secara online masih harus dilihat. Yang jelas pelabuhan Nagoya adalah salah satu pelabuhan tersibuk yang ada di negara yang terkenal dengan kemajuan teknologinya teraebut.
Pelabuhan Nagoya menangani 10% dari total volume perdagangan Jepan, mengoperasikan 21 dermaga dan 290 tempat berlabuh. Lebih dari dua juta kontainer dan lebih dari 165 juta ton kargo melewati pelabuhan ini setiap tahun.
(Martin Bagya Kertiyasa)